Ngopi doeloe (coffee first)

Standard

[2009]

G: Where are you now?

Q: Ngopi Doeloe (a cafe name in Bandung, translated as ‘coffee first’)

G: I know, but where are you?

Q: Ngopi Doeloe!

G: Yes, but where is the place where you’re having your coffee?!! *annoyed*

Q: NGOPI DOELOE!!!! The place is called Ngopie Doeloe, we passed this place yesterday! *super annoyed*

G: Oh.

[2016]

G: Where are you now?

Q: The Book Cafe (a cafe name in Singapore)

G: Uuuuww.. where is that, sounds interesting!

Q: River Valley

G: Where?

Q: The Book Cafe

G: I know, but where?

Q: THE BOOK CAFE!!

G: Oh God, it’s Ngopi Doeloe all over again.

 

 

Bayangmu

Standard

Mungkin. Yang aku cintai adalah bayangmu. Ketika kamu satu dengan bayangan itu, bertahun-tahun lalu.

Lalu pada suatu saat, ketika kamu melangkah, bayangmu tertinggal. Kamu pergi tanpa bayangmu. Ia berdiam sendirinya di kelam malam.

Dan dialah yang aku lihat. Dan aku sayangi. Dan kepada siapa aku pupuk cintaku.

Karena itu, aku terluka. Retak. Berhamburan. Ketika ia bergeming. Layu. Hitam. Suram.

Lama aku bertanya. Apa salahku? Kenapa kau tak menoleh? Seolah buta dan bisu? Tak melihatku yang luka. Yang marah. Yang sepi?

Mungkin. Karena ia adalah bayangmu. Bukan dirimu. Dirimu sudah jauh entah dimana. Tak mampu aku ikuti. Tak mampu mengikuti aku.

Kita jauh. Tak mampu menggapai satu sama lain. Kita pecah. Di tengah diam dan air mata.

#Home/Singapore

Romansa

Standard

Saya. Belum pernah ke Paris. Belum pernah ke Sydney. Belum pernah ke Venesia. Tiga kota paling romantis di dunia menurut hasil pencarian di om gugel. Dari 25 kota dalam daftar itu, saya ‘hanya’ pernah ke 2 kota, Kyoto dan Praha. Jadi, apa yang orang-orang gambarkan sebagai romantis, lansekap kota yang indah, bunga-bunga cantik dan alunan musik yang memenuhi sudut-sudut kota, para pelancong yang sedang berbulan madu, saya meraba-raba dalam gelap.

Mungkin. Hanya mungkin. Apa yang saya bayangkan agak mendekati aslinya. Mungkin. Langit Venesia serupa dengan langit ungu bercampur oranye saat matahari terbenam di Seattle. Langit terindah yang pernah saya lihat seumur hidup. Mungkin. Sudut-sudut area tepi laut Sydney sedikit mirip dengan sudut-sudut area tepi laut Singapura. Dengan bangunan-bangunan cantik menghadap laut dan jembatan-jembatan penghubung daratan membawa para komuter dari satu tempat ke tempat lain. Tempat favorit saya untuk berpura-pura menjadi turis di tempat tinggal sendiri. Mungkin. Kafe-kafe kecil di Paris dengan aroma roti yang baru keluar dari oven, suara orang berbincang dalam bahasa yang asing di telinga, dan hiburan ‘gratis’ dari artis-artis jalanan sedikit mirip dengan kafe-kafe kecil tersembunyi di pinggiran kota tua Talinn. Tempat saya pertama kali menemukan banyak sisi yang bersembunyi di dalam diri sendiri. Mungkin.

Romansa. Ada di mana saja. Di sofa sebuah kafe buku di River Valley. Di bangku kompleks hawker di stasiun Segar. Di kursi tempat kerja saya dan dia di dalam rumah. Romansa ada di dalam imajinasi.

#Home/Singapore

Self-medication

Standard

Frustrated with the world, I decided to adopt a new regime this morning. No radio. No TV. No social media (except for my 100happydays project). No online news browsing. Today, I want to be self-centred and choose how I function with a clear mind.

Let’s put the house in order first thing in the morning. Make your bed. Do your laundry. Wash the dishes. Let’s do breakfast at dining table. Read one book out of many you haven’t finished. Travel the world of words and wisdom. Be inspired. Let’s write one short piece a day. Plan for the day. Lingering feelings from yesterday. Wish for the future. Let’s continue one personal project a day. It may not finish today but it will one day. Make progress. Stop procrastinate.

7 days. Only for 7 days. Centred yourself in 7 days. I’m self-medicating.

#Home/Singapore

Do with joy

Standard

In the world full of chaos and loneliness, no wonder why so many people want to be a writer. How else are you going to channel your thoughts or having a nice conversation without being judged or criticized? Other people are too busy with their own lives and problems to listen to your ramblings, no?

Yet, there should be a clearer definition of writing as a profession. It’s not just a stream of words coming out of your head. It seems to require a lot of thinking and judging and logical thinking, or what have you. “Duh!”, says all real writers would say.

Ahh, can I ever dream to be one of them? My writings, all of them, are streams of words coming out straight from my head, if not from my heart. It’s not even a writing, it’s just a record of what I am feeling.

Anyway… Start small. Remember the reason. Do with joy. Strive for self-satisfaction. Look inward, not outward. All of these will bring happiness in life.

#Home/Singapore