[SG-KL] Keliling2

Standard

Kali ini mo crita tentang jalan2 mengunjungi negara tetangga.. tetangga Indonesia maksudnya heee.. Meskipun udah brapa kali mampir, tapi blum pernah bener-bener jalan2. Berhubung si doi juga masih disana, jadi ada tempat ditebengin tinggal gitu maksudnya hehe.. jadi dengan mendadak memutuskan maen ke Singapura en Malaysia. Berhubung judulnya liburan, gw dengan semangat menyiapkan informasi tentang tempat-tempat yang mau dikunjungi. Rencana besarnya adalah siang jalan-jalan mumpung doi kerja, dan malem nyari tempat-tempat makan enak mumpung ada si doi, dan weekend dipake jalan2 ke tempat2 jauh nan romantis. Gak seru dong jalan2 ke tempat kaya gitu tanpa pacar.. D..

Setelah berkunjung ke beberapa tempat yang pengen didatengin, kredit utama harus diberikan pada kemampuan PR dan promosi departemen pariwisata kedua negara. Di-italic karna frasa itu mengandung dua arti. Positively, gw pikir departemen pariwisatanya cukup berhasil dalam melakukan promosi tempat2 wisata mereka. Pamflet2 berwarna warni lengkap dengan deskripsi tempat dan cara menuju kesana, situs web yang gampang diakses dan ngasi informasi cukup lengkap (lihat disini: singapurmalaysia), situs tentang jalur transportasi dan peta2 manual yang lengkap (lihat disini: singapur), pos-pos informasi pariwisata, semuanya tersedia dan bikin jalan2 keliling cukup nyaman. Terutama untuk Singapur tentunya, kalau Malaysia… yahh… meskipun gak selengkap Singapur, tapi gak sebutut Indonesia lah. P. Negatively, saking bagusnya kemasannya, gw kadang2 sampe merasa di-ripped off. Promosinya banyak yang tepu sodara-sodara! Yahh.. namanya juga ngiklan en nyari duit. Tapi emang gak akan tau tempatnya kaya gimana sih sampe didatangi dan diliat dengan mata kepala sendiri. Gue juga kali yee high expectation orangnya P.. Jadi itung2 jalan2nya dan seru2nya nyasar plus singgah2nya ke tempat2 makan enak, apalagi ditemenin pacar, liburan kemaren tercukup menyenangkan adalah deh.. x

Gw mengkategorikan tempat2 wisata itu menjadi 3 kategori: worth the money, cukup oke untuk membunuh waktu luang, dan sooo overrated dan overpriced! …

1. Worth the money

Review ala Q: Yang oke dari tempat ini adalah display2nya yang warna warni, banyak games2 yang bikin gue sebagai orang dewasa pun pengen ikutan maen, dan nilai2 edukasi yang kerasa banget pada setiap bagian. Kalo punya anak, gue pikir tempat ini akan sukses mendidik si anak terutama tentang Singapur dan bagaimana mereka merencanakan kota negaranya di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Well, tentunya kalo umur si anak yang dibawa itu tepat ya.. kalo masih baru belajar jalan mah, mana ngerti juga dianya D.. Satu permainan yang menarik banget buat gue sebagai keluaran urban planning adalah bagian Build it. Baca aja promosi di situsnya:

build itDoes a lack of space limit your dreams? This is a hands-on city-building activity for the young and those young-at-heart. There are more building blocks than space permits for kids to build on. Get to see that though we do not have a lot of land, we have a lot of dreams and we can always find ways to achieve them.

Hwaa.. si Q dengan serunya langsung meng-occupy satu space berisi building blocks itu haha… Untung lagi sepi . Terus ada juga yang mereka namain Visionarium. Basically, ini adalah tempat kaya kubah gitu, sebenernya adalah layar 360 drajat, dimana 120 pemain yang dibagi dalam 3 tim dikasi pilihan dan mereka mutusin mau sepeti apa Singapur di masa depan sebagai kota yang enak buat tinggal, kerja dan maen. Hasil akhirnya nanti adalah kombinasi dari pilihan2 itu, dan ditampilin di layar 360 derajat itu. Well, meskipun menurut gue bagian ininya agak overrated (tampilan akhirnya gak memuaskan! pusingg liatnya..), tapi cukup seru untuk maen2 ginian hehe.

Masuk ke SDC ini harus bayar 10 S$ minimal, harus nambah kalo mau liat 3D movienya, tapi harga itu udah sama nonton film 2D dan jalan2 keliling fasilitas pelatihan militer yang ada di sebelah SDC. Jam buka adalah 9-6 Tue to Sun. Cuman bo, jauh!.. kudu ngebis dulu dari stasiun MRT terdekat. Tapi well, overall, worth the money and the effort ;)..

drawings of school children. see how much they love their army?Ho iyah, di dalam kompleks SDC ini juga ada Army Museum. Sebenernya mampir kesini adalah karna nyasar. Di dalemnya sih isinya tentang military mereka, mulainya gimana, apa aja yang udah dilakukan, bahkan ada arena menembaknya (kecil tapi, cuman muat 3 orang). Yang cukup menarik adalah bagian film tentang military mereka dengan efek2 yang cukup oke, seperti helikopter dalem ruangan yang disorot lampu pas muter beneran untuk ngasi efek baling2, ato lampu yang ditaro di dinding yang bolong2 untuk ngasi efek peluru yang nembus ruangan. Itu seru tuh, cukup bikin anak kecil samping gue nangis ketakutan hehe.. Overall sih biasa aja. Untung gratis, hehe..

Review ala Q: Yang oke dari tempat ini adalah science2 itu disimulasikan dengan permainan yang seru. Hal pertama yang menarik adalah mereka bikin “Our solar system” dimana Singapur digambarkan seperti solar system kita, science center ini adalah matahari, dan tempat2 wisata singapur digambarkan dengan lintasan planet2 (liat foto). Komentar Q: yeah, right! D..Gak terlalu banyak baca2 dan muter2 sih soalnya waktu kesana hari libur jadi penuh sesak. Tapi kalo ada waktu yang cukup, kayanya gak rugi juga kesini. Terutama kalo punya anak, tempat ini enak buat nerangin macem2 tentang science ke anak kecil dengan cara yang mudah dimengerti. Yang juga lumayan oke adalah Omni-Theatre mereka, dengan layar 180 drajat, yang waktu itu muter 2 film, Mummies: Secrets of Pharaos ama Dinosaurs Alive. Kita milih yang mumi, dan seneng. Well, meskipun si filmnya sendiri kayanya pernah diputar di Discovery Channel, tapi seneng aja.. nonton film di layar 180 drajat itu seruu.. bisa punya gak ya di rumah nanti? -? haha..

Masuk ke Science Center ini harus bayar 6 S$ untuk ke pameran aja, dan 10$ untuk ke OmniTheatre aja, dan S$12.80 untuk dua2nya. Ada juga shownya yang gratisan, misalnya yang kayanya menarik adalah stargazing night tiap jumat malem.

museumReview ala Q: Sebenernya gue bukan orang yang suka ngunjungin museum, kecuali museum2 aneh seperti Torture Museum atau Sex Museum di Amsterdam sono. Tadinya cuman mo ngambil foto2 gedungnya aja abisan bagus, tapi si doi ngajakin masuk jadi hayulah. Ada 2 macam permanent exhibition: history gallery ama living gallery. Yang history itu tentang sejarahnya Singapur tentunya, sementara yang living itu dibagi jadi beberapa ruangan, ada film&wayang, food, dan fotografi. Ada juga beberapa ruangan lain untuk non-permanent exhibition kali ya. Yang oke dari museum ini adalah audio guide untuk history gallerynya. Pertama masuk ke history gallery, kita akan dikasi audio guide, yang akan menuntun perjalanan kita selama di dalam gallery. Selain itu, display2nya bagus, lightingnya oke, ada movie singkat juga (yang bikin gw blajar tentang sejarah Indonesia dikit2 hehe..). Intinya, ke museum jadi menyenangkan dan tidak membosankan lagi. Ahh.. Indonesia, seandainya bisa dibuat seperti ini museum nasional kita, gue yakin pasti menarik banget crita2 masa lalu itu. (~_~;;)..

Di living gallery juga display2nya menarik, ada tombol yang bisa ditekan untuk audio, ada botol2 yang bisa dihirup untuk tau baunya duren ato pete kaya gimana, ada touch screen untuk penjelasan lebih lanjut, ada video singkat tentang dulu jualan mi tek-tek tu kaya gimana. Sebagian besar sih isinya kita, sebagai orang Indonesia yang ada akar melayunya, pasti udah tau. Tapi buat turis2 dari negara lain, museumnya cukup informatif dan edukatif deh.

Masuk ke Museum Nasional ini harus bayar 10S$ udah dapet tiket ke dua galeri itu. Tapi kalo masuk setelah jam 5, gratis. Cuman history gallerynya tutup jam 5.30, dan living gallery tutup jam 8 malem. Terus kalo student bayarnya cuman 5S$. Banyak juga fasilitas2 dan event2 lain yang kayanya menarik kalo tinggal di Singapur dan ada waktu kesana. Dengan 10 S$ doang, gak rugi deh masuk museum ini.

  • Singapore Waterfront Area di pusat kota Singapur (St. MRT : City Hall, Raffles Place, Marina Bay)

Review ala Q: Yah.. ini mah daerah shopping center lah ya. Tapi gw suka kesitu gak buat shopping (doang) sih, pengennya duduk2 di waterfront situ sambil makan es krim, crita2 gak penting ama pacar ato cuman nglamun aja kalo lagi gada pacar. Sayangnya most of the time gue kesana si Singapur lagi so damn rainy! Gak sempet deh mewujudkan khayalan gue untuk pacaran disitu hehe.. Tapi it’s still my favorite spot. Mungkin karna pada dasarnya gue suka menikmati pemandangan waterfront dan laut kali yee..

  • Tempat2 makan dengan wi-fi gratisan dimana2

Review ala Q: I knowww.. ini gak penting dan lo bisa nemu di negara mana aja. Tapiiii, since the privilege of wi-fi in public place is not common di Jepang, gue menganggap jaringan wifi Singapur itu oke banget! Yang paling enak adalah ngafe di tempat yang punya tempat duduk luas seperti cafe cartel. It’s so much better daripada cafe2 mahal meskipun banyak buku2 gratisan yang bisa dibaca seperti di The Book Cafe yang direkomen time out singapore (this place is soooo overrated and sooo overpriced!). Ahhh.. gue sukaaa tempat kaya cartel gituu. Bisa ngelamunin apa aja sambil ngebrowsing gak penting, bisa ngerjain kerjaan dengan cukup bisa menulikan telinga dari keramaian yang gak terlalu ramai, bisa sambil nyemil ato minum milkshake cookies & cream. Ahhh.. enakkk!!! Genduuudd!!.. D..

2. Cukup oke untuk membunuh waktu luang

  • Melacca (Malaka), Malaysia

MalakaReview ala Q: Kota kecil yang dulu jadi tempat persinggahan para pemburu rempah-rempah itu. Gue berencana bikin postingan terpisah tentang Malaka, jadi baca aja disitu. Review singkat adalah.. some places are so interesting! and some are sooo overrated! P.. Tapi yang paling seru dari jalan2 Malaka adalah: I got to eat duren! Hihihihi.. kesian deh Q… Oia, dan menurut penilaian gue, orang2 Malaka adalah orang2 yang baik hati dan senang membantu. Makanya I like this city. Cara kesana serta cerita lengkapnya nyusul deh ya ;)..

  • Disney on Ice, Singapore

Review ala Q: Sebenernya ini bukan tempat sih, tapi pertunjukan hehehe.. Sepertinya sih tahunan di Singapur, gak tau juga sih. Pertunjukannya untuk 2 jam, ada Little Mermaid, Miki-Mini-Donal-Desi-Gufi, Lilo & Stitch, Peterpan, macem2 yang beda2 tiap taunnya. Overall sih seru2 aja, terutama untuk anak2. Untuk gue dan si pacar? Seru nyanyi2 soundtracknya haha.. Dengan harga 36 S$, agak overpriced buat gue, tapi well.. it’s Disney.. apa sih yang gak mahal dari Disney? Hehe.. Jadi kalo ada duit dan ada waktu, plus gada kerjaan tapi Disney fans, why not?

Review ala Q: Tau adanya hop on hop off ini dari kantor wisata Malaysia yang deket Petronas. Jadi sampe jam 6 pagi di Malaysia tepat di depan menara Petronas. Foto2 dulu sambil diliatin abang2 tukang sapu, dan akhirnya memutuskan untuk ke kantor wisata sapa tau ada info menarik. Nemulah si hop on hop off ini. Dapet pamflet, dan katanya dengan beli tiket sehari untuk bis ini, kita bisa naek turun dimana aja yang ada tanda hop on hop off nya. Bisnya ngelilingin tempat2 wisata utama di KL, dengan interval 30-45 menit antar bis. Bayarnya mayan si tapinya 38 RM (=110 rb).

Kenyataannya: pamfletnya membingungkan karna kok rutenya beda yah? interval 30-45 menit = 1-1 jam 15 menit, tempat2 wisatanya juga banyak yang overrated. Kayanya gambarnya baguuss deh, tapi gitu doang yak? Oia, gw tulisin deh rute sebenernya si KL hop on hop off ini: (1) MTC – Malaysia Tourism Center, (2) KL Tower, (3) Clubbing Area, (4) Aquaria & KLCC, (5) Craft Cultural Complex, (6) Bukit Bintang – StarHill, (7) Ain of Arabia, (8) China Town, (9) Central Market, (10) National Palace, (11) KL Sentral : stasiun kereta api, (12) National Museum, (13) Lake Garden, (14) Bird Park, (15) National Mosque, (16) Merdeka Square, (17) Jamek Mosque, (18) Little India, (19) Chow Kit, (20) Titiwangsa Lake Garden, (21) Hotel Nikko, (22) Petronas Twin Tower.

Yang cukup lumayan adalah Muzium Negara Malaysia. Lumayan dari segi.. tampilan barang2nya cukup oke meskipun tidak interaktif, tapi lebih mending daripada museum nasional kita di Jakarta. Lantai 1 lagi direnovasi, lantai 2nya gak terlalu gede juga sebenernya. Isinya tentang sejarah dari jaman Portugis sampe skarang. Di bagian luar museum ada ekshibisi2 tambahan seperti tentang indigenous peoplenya, prototype transportasi jaman baheula, dll. Bagusnya adalah penjelasannya dalam bahasa Melayu dan Inggris, gak kaya di Jepang yang bikin cengo secara semuanya pake bahasa planet. Yang menarik dan sempat terfoto adalah “Tell the world, we want Malaysia, August 31, 1963. Sukarno & Macapagal are mad, greedy & big crooks“. Oh yes, tercatat di dalam museum bo!.. Yang mengecewakan adalah ChinaTownnya, mirip ama chinatown di Indo aja sih sebenernya hehehe.. jadi gw over expectation dengan mengharapkan china townnya akan kaya di Jepang hihi.. dan di China Town gue beli makanan ter-gak enak selama trip ini!.. Jadi no ayam hainan la ya.

Sisanya.. menurut gue sih mostly agak overrated yah hehehe… tapi well, setidaknya dengan hop on hop off ini, pemerintahnya menunjukkan usaha yang oke untuk mempermudah turis liat2 KL dalam sehari. Di Jakarta, mungkin gak ya ada kaya gini? Kasian turisnya kali ya kejebak macet lamaa hehehe… *di KL juga macet sih, tapi kayanya gak separah Jakarta kalo lagi parah deh*.

3. So overrated and overpriced!

Review ala Q: Okei, pertama harus didefine dulu, isi2nya Sentosa yang gue pikir overrated dan overpriced adalah…. mmm.. semuah! Oh no, tempat ini tuh seriously, tempat dimana gue merasa paling dirampok oleh departemen turisme Singapur! Tujuan utama ke Sentosa adalah ke Underwater World. Kalo liat dari pamfletnya sih, kayanya gede gitu tempatnya, dengan 2.500 spesies hewan laut gitu loh *yang mana ternyata lebih dikit daripada sea worldnya Ancol*. Pas nyampe sana, yah.. kok selesai ngelilingin dalam waktu 15 menit yah? Kasian pula hewan2nya digabungin dalam satu aquarium gede gitu sampe gak punya tempat berenang huhu.. Tapi sempet nemu ikan2 lucu seperti ikan gergaji, ubur2, dan ikan manyun P..

underwater world

Tujuan kedua ke Sentosa adalah ke Pink Dolphin Lagoon. Katanya disitu adalah atraksi lumba2 merah muda. Sebenernya si pink dolphin ini adalah humpback dolphin yang berubah warna jadi pink semakin tua mereka. Isi atraksinya, ya standarlah, greeting, nyium, maen bola, dan semacamnya. Kata gw mah mendingan atraksi sirkus keliling itu loh yang di desa2 waktu kita masih kecil.. selain lumba2, lengkap juga ama singa laut, ada monyetnya juga kadang2, udah mah murah lagi cuman 5 rebuan. Coba bandingin ama Sentosa yang kudu bayar 20 S$ buat ke dua tempat ini (underwater world dan dolphin lagoon)..

sentosaAbis ke dua tempat ini, gak semangat lagi muter2 Sentosa.. merasa dirampok soalnya, haha.. Tapi kita sempet ke Palawan Beach karna gue maksa pengen ke pantai. Ternyata kita udah sampai di “The Southern Most Point of Continental Asia” katanya. Uh, sooo artificial!.. I miss Kuta Beach in Lombok huhu..

Oia, dan sempet juga naek ulet bulu pas menuju Sentosa, dan naek cable car pas pulang, dengan harus berbagi dengan orang laen si car-nya teh *si mbak2 dan pacarnya itu tampak gak nyaman berbagi tempat ama kita berdua, dan sebaliknya P*. In short, ohhh… aku merasa dirampokk!

Tips Jalan-Jalan:

Beberapa tips buat jalan2 di dua tempat ini, eh.. scara umum juga sih..

  • Jalan2nya harus liat hari berhubung banyak tempat2 yang punya hari libur di hari kerja. Misalnya waktu mau ke beberapa tempat di hari Senen, banyak yang tutup ternyata. Pokonya waktu itu, I hate Monday lah!
  • Entah kenapa tiap jalan2 gue pasti sering melewatkan makan siang. Terlalu semangat kali yee.. Suka sayang waktunya abis buat makan siang sih. Jadi sebaiknya, bawa bekel minimal roti, dan minum itu adalah wajib. Dan jangan lupa sedia payung sebelum hujan P.
  • Buat para siswa, jangan lupa bawa kartu siswa. Penting! Secara banyak yang diskon. Kadang2 ada kartu siswa yang gak diterima di negara lain, misalnya karna pake bahasa planet P.. Jadi, kalo ada duit, bisa coba bikin Intenational Student Identity Card (ISIC) *ada juga yang lain sih*.. Terutama kalo pengen jalan2 keliling Eropa, berguna banget nih kartu, bisa dapet tiket diskon untuk transport atau museum sampe setengahnya. Bayangkan kalo bisa beli Europass dengan diskon 40%. Sayangnya menurut Europass, student = under 26 yo. Damn it!

Yakk.. untuk sementara itu dulu deh review dan tipsnya, nanti kalo ada yang inget lagi ato ada yang mo ditambahin, akan ditulis di update.

.. Written and Published by utilizing Qumana..

3 responses »

  1. Seru seru Kino…
    Nanti gue copy paste dan print yah kalo pas jalan2 ke SG dan KL… hehehehe

    hei duy.. haha.. niat banget sih mo jalan2 ke SG dan KL pake diprint2 sgala..😀.. gue juga nih mo nyontek posting lu dulu sebelum jalan2..😀

  2. wah reviewnya bagus Kinoy. Lain kali bisa dong jadi duta indonesia, supaya tahu bisa di review di sini dan promosi buat orang datang ke Indo. Selamat buat persiapan nikah ya! Have fun and success!🙂

    trima kasi bang saut.. iya nihhhh, padahal nulis tentang Indonesia ya? nanti deh ya kalo lagi jalan2 keliling Indo… waktu lagi seru2nya jalan2 keliling Indo dulu, belum kenal dunia blog sih hehe..

  3. Wah asiknya abis pre honeymoon. Hehehe… I envy you for having such a trip with your lover.
    Sementara, disini gw mendapat preview kehidupan berumah tangga. Hehe. It is quite fun. Lalu terpaksa trip sendiri mengingat urusan kerjaan.

    Yah, kalo mau sama pacar sih selalu menyenangkan yah…

    wahh.. apaan tuh dit preview kehidupan berumah tangga? kayanya berat tuh.. hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s