Disiplin

Standard

Dalam upaya membiasakan diri menulis demi kepentingan studi, gw berusaha mengisi berbagai blog pribadi maupun riset secara rutin. Berhubung banyak draft tulisan yang belum selesai, gw cukup menyelesaikan semuanya, dan hasilnya adalah aman selama beberapa minggu. Tapi ternyata, waktu berlalu sangat cepat, dan gw mulai panik.. wah, harus mulai nulis lagi nih, stok tulisan mulai menipis.

Setelah beberapa hari cari ide, gw terperangkap pada tahap refleksi diri. Maksudnya, kok susah ya buat nulis? Dunia penuh dengan hal2 menarik yang bisa jadi bahan tulisan, jadi ide sih selalu ada. Waktu, juga selalu ada kalo di’ada’kan. Setelah ditelaah *duilahhh..*, sepertinya gw terbiasa untuk nulis sekali sebanyak beberapa tulisan untuk diposting pada waktu yang berbeda. Ketika stok habis, kegiatan blogging akhirnya berhenti, tapi kemudian mulai lagi ketika spirit nulis kembali meninggi. Suatu hal yang membuat G menyebut gw sebagai ‘spontaneous writer’. Kesimpulan, masalahnya pasti pada disiplin. Karena itu, gw mulai bertanya2 dan ‘mengunjungi’ kembali pendidikan kedisplinan yang gw alami selama ini.

Kalau diingat2, gw dan tiga perintilan yang lahir sesudah gw mulai belajar tentang disiplin sejak.. sepanjang ingatan gw mulai berfungsi, umur 4 atau 5 tahun? Ada 2 bentuk disiplin yang gw terima, mungkin juga banyak orang lain terima di Indonesia. Yang pertama, adalah dalam bentuk pengenalan agama: sholat, ngaji, dan puasa. Mungkin karena pas umur2 segitu, anak2 mulai belajar dari mencontoh kegiatan sekitarnya kali ya (gak tau nih, blom punya anak jadi blom punya pengalaman). Gw, tiap hari belajar ngaji sampe khatam, sholat 5 waktu dan puasa dikontrol ketat. Dalam tiga hal itu, gak ada kata tolerir dari Bapak, pokoknya harus bisa. Kemudian, bentuk disiplin kedua, adalah sekolah. 12 tahun masuk sekolah jam 6.30 pagi, dengan 8 tahun pertama harus berangkat jam 4.30 pagi supaya gak telat, seharusnya membentuk disiplin untuk bangun pagi dan melakukan rutinitas harian.

Sayangnya, euforia masuk kuliah membuat semua pencapaian dalam hal disiplin rusak berantakan. Bangun masih (agak) pagi karna masih banyak kuliah pagi. Tapi sejak saat itu, kata rutinitas mulai menghilang dari kamus gw. Mungkin juga karna tinggal jauh dari orang tua sih jadi gada yang ngontrol. Tapi kebebasan mengatur semuanya sendirian itu seperti dua sisi mata uang: mandiri, tapi jadwal hidup gw berantakan. Maka itulah jaman kuliah dulu sibuk lari sini lari sana, yang merupakan hasil dari buruknya time management gw. Tampaknya, kebiasaan buruk itu berlanjut sampe skarang. Malah tambah parah, dengan menghilangnya kebiasaan bangun pagi. Dibuat menjadi2 dengan status mahasiswa doktor yang (katanya) diberi kepercayaan untuk ngatur jadwal sendiri. Maka kata rutinitas, teratur, dan disiplin pun sekarang menjadi sangat asing buat gw.

Buat gw sih, hidup adalah pilihan. Makanya menjadi orang yang kehilangan makna disiplin seperti skarang adalah pilihan yang gw buat secara sadar maupun engga. Karena itu, kalau mau nyalahin, ya ga ada yang bisa disalahin selain diri sendiri. Tapi skarang pertanyaannya adalah, bagaimana menemukan (dan menerapkan) kembali makna disiplin itu dalam hidup gw. Orang yang paling bisa membuat gw berdisiplin, skarang udah berada di dunia lain dengan damai. Walaupun kadang2 gw masih merasa diawasi dari jauh, tapi sekarang sepertinya semua berpulang pada diri sendiri. Apakah itu adalah disiplin menulis, bangun pagi, mencari ilmu, bekerja, beragama, atau apapun, semua harusnya bermuara pada niat dan tekad yang kuat dari diri sendiri. After all, we’re all alone, aren’t we? If we’re not there to remind ourselves, who else would?

Makanya, mulai hari ini.. salah, tepatnya mulai saat gw memutuskan untuk menulis secara rutin (which is 2 minggu lalu), gw harus bisa menulis secara rutin. Untuk sekarang, cukup disiplin inilah yang perlu gw terapkan. Kalau yang ini udah beres, baru ‘naik kelas’ ke disiplin yang lain, mungkin disiplin bangun pagi? mungkin disiplin ke kampus tiap hari? mungkin disiplin baca paper dan ngerjain riset? Yah, seperti kata si G, lets see.. Wish me luck!😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s