Monthly Archives: April 2017

Kepada: Angin, tanah dan hujan

Standard

Kepada: angin yang berbisik

Aku tahu dia adalah dirimu. Ketika hembusan nafas terakhir membawa jiwanya ke alam yang tak terjamah. Dia menjadi kekal sepertimu. Menjadi suara penyejuk di kala jiwa sedang resah. Ada. Tak tersentuh ruang dan waktu.

Kepada: tanah yang berdiam

Aku tahu dia adalah dirimu. Ketika raganya terkubur di antara ramainya ilalang dan akar pohon. Dia menjadi kokoh sepertimu. Menjadi topangan keyakinan di kala jiwa sedang gundah. Ada. Tak tersentuh ruang dan waktu.

Kepada: hujan yang mengguyur

Aku tahu dia adalah dirimu. Ketika butiran gerimis hari ini membentuk jelas air matanya yang selalu menetes di tiap perpisahan. Dia mengalir seperti dirimu. Menjadi alunan doa yang terbersit di kala jiwa sedang gulana. Ada. Tak tersentuh ruang dan waktu.

Kepada: angin, tanah, dan hujan

Aku tahu kalian adalah dirinya. Ketika ia hadir dalam setiap arah yang kupandang. Ketika tak putus rasa syukur mengingat pertemuan dengannya. Aku tahu kini dia dalam damai yang abadi. Tak tersentuh ruang dan waktu.

Sesungguhnya kita adalah milik-Nya dan kepadaNya kita akan kembali.

#Singapore, 29 March 2017. Untuk mama. (dan papa. dan papake.)

Advertisements