Gua itu gelap

Standard

Adalah sebuah gua. Yang tercipta dari hati yang terluka. Di dindingnya kutuliskan semua perasaan yang tak pernah sanggup terucap. Di dalamnya kusimpan wadah yang menampung tangis yang tertumpah dalam bisu.

Gua itu gelap. Di dalamnya kunyalakan lilin agar dinginnya menghilang. Agar hangatnya api memenuhi ruangan. Tapi dinginnya menusuk. Hangatnya api tak sanggup menghilangkan dingin itu.

Di dalamnya kusimpan bunga2 cinta yang dulu bermekaran. Kini bunga2 itu layu. Kekurangan cinta dan sentuhan. Kubawa mereka ke dalam gua karena kupikir mereka butuh menyendiri. Agar tumbuh kembali tunasnya yang baru. Namun semua yang kulakukan tidak mampu mempertahankan tunas2 baru yang tumbuh. Ia layu di tengah badai emosi yang berkecamuk di dalam diri.

Dan gua itu semakin lama semakin membesar. Semakin dalam. Semakin gelap. Menghisap sedikit demi sedikit cahaya cinta yang kumiliki untukmu.

Aku takut. Suatu hari cahaya itu akan habis. Membuat aku terperangkap dalam gua penuh lukaku terhadap kita. Bila masa itu datang. Semoga tidak. Tapi bila ia datang. Itulah akhir dari kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s