Tentang beberes (2)

Standard

Hari ini saya mau bercerita tentang tahapan besar dalam proyek beberes rumah di Bandung. Tapi sebelum itu, saya ingin berbagi info berguna bagi teman-teman yang juga mempertimbangkan untuk beberes rumah skala besar, yaitu bahwa kerjaan beberes rumah kami ini sangat terbantu dengan adanya tim BerGud yang mengawal proses ini dari dari awal.

BerGud, atau Bersih Gudang, adalah kumpulan anak2 muda manis2 dan imut2 yang membantu kami dalam berbagai hal. Kebayang dong kalo hanya saya dan mbak A yang sama2 kecil imut itu ngangkut2 perabotan dan berkardus2 barang selama berminggu2? Tidak hanya dalam hal pengangkutan, mereka juga berperan besar dalam hal pendataan, promosi dan penjualan barang2 layak jual yang keluar dari rumah kami. Yang lebih penting lagi untuk disebutkan adalah support moral mereka untuk proses ini yang melebihi ekspektasi, ditambah lagi network luas mereka yang sangat membantu dalam mendapatkan info2 menarik seputar rumah dan perabotan. Pokonya kalau mau cari apa2, tanya BerGud dulu deh. Enak kan kerja bareng sama yang segala tau? Terima kasih ya, BerGud. Bintang lima untuk kalian! ^^

Kembali kepada cerita beberes, berikut deskripsi tentang tahapan-tahapan yang kami jalani dalam proyek beberes ini. 

Tahap 1. Persiapan

Dimulai kira-kira seminggu setelah mama berpulang, tahap ini mencakup beberes kecil2an dan konsepsi awal ide beberes rumah besar2an. Beberes kecil2an ini misalnya membuang benda2 yang sudah tidak layak pakai, seperti sepeda karatan entah milik siapa, menjual koran2 dan kertas2 bekas yang memang sudah lama mau dibuang, dan semacamnya. Dalam tahap ini kami baru mengenal BerGud dan mulai menjajaki kegiatan beberes bersama mereka.

Kami kemudian membahas ide ini secara mendalam dan menyepakati visi bersama untuk pengelolaan rumah. Saya sendiri merasa proses ini sangat menarik. Seperti kata konmari dalam bukunya, rumah memiliki fungsi yang berbeda bagi setiap penghuninya. Rumah yang nyaman adalah yang mampu mengakomodasi kebutuhan penghuni yang berbeda-beda itu. Pada kasus kami misalnya, kebutuhan si A untuk menggunakan rumah sebagai tempat kerja tentu berbeda dengan kebutuhan si B untuk menjamu teman dan keluarga dekat, atau dengan si C yang hanya ingin berlibur dan bersantai di rumah itu. Tahap persiapan ini berlangsung selama sekitar 2 minggu.

Kata kunci: beberes kecil2an, penyamaan visi misi, penjajakan bala bantuan dan persiapan finansial

Tahap 2. Bebersih besar2an

Mencakup sebagian besar dari proyek beberes, dalam tahap ini kami mulai dengan pemilahan barang menjadi 4 kategori (Simpan, Jual, Donasi, Buang), bersamaan dengan tim BerGud melakukan assessment, yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi, packing, pendataan barang, mengeluarkan barang yang akan dijual/donasi/buang termasuk furnitur besar yang tidak lagi dibutuhkan. Rumah seluas 400an m2 berarti kurang lebih 23 ruangan untuk berbagai fungsi ditambah 7 kamar mandi. BerGud mencatat hampir 1000 item yang akan dijual, di luar barang yang sudah terjual sebelum masuk ke gudang BerGud. Jumlah itu pun di luar barang yang masuk kategori donasi. Saya sudah kehilangan jejak berapa kali tim BerGud bolak-balik mengangkut barang dari rumah ke gudang mereka. 4 gulung plastik sampah besar isi 12 kantong habis terpakai untuk barang kategori buang. Sebagai mantan peneliti manajemen sampah, saya jadi bertanya-tanya berapa ton ya sampah yang kami hasilkan? *lebay..

Tentu ini adalah tahap yang paling banyak menguras energi, tenaga, pikiran, emosi dan keuangan. Capek memilah, packing, angkut barang itu jelas. Acara berantem saat memilah barang pun jelas terjadi, padahal saya dan mbak A sebenarnya sama-sama mahluk berkepala dingin. Tiba2 pula banyak tetangga dan relasi mama yang datang berkunjung, entah karena kangen, ingin ikutan proses beberes ato ingin kena lungsuran barang. Proses selama 4 minggu ini sangat intense, membuat saya dan mbak A sama-sama membutuhkan waktu bernapas sejenak. Jadi, tips untuk teman2, sebelum mulai beberes, carilah tempat untuk mengisi ulang energi fisik dan mental. Biar bisa tetap waras!

Kata kunci: beberes besar2an, pilah, packing, lepas, menguras tenaga fisik dan mental 

Tahap 2+. Perbaikan rumah

Dalam perencanaan, sebenarnya kami sudah punya firasat akan harus melakukan perbaikan rumah. Tapi skalanya baru terlihat jelas setelah sebagian besar barang diangkut BerGud dan tumpukan barang dan lemari mulai menghilang. Beberapa ruangan tidak bisa dipakai sebelum diperbaiki. Sebagian besar masalah berupa atap yang lapuk dan bocor atau tembok yang lembab dan terkelupas. Karena itu, sebelum lanjut ke tahap berikutnya, kami menambahkan tahap perbaikan rumah ini. Proses perbaikan atap dan dinding termasuk pengecatan berjalan selama hampir 3 minggu

Di saat yang sama, kami mulai berdiskusi tentang barang dan furniture baru yang sekiranya akan spark joy. Bisa dibilang tahapan menyenangkan untuk proses ini sudah dimulai. 

Tahap 3. Penataan rumah

Tahap ini kami mulai dengan menjadi pengunjung tetap supermarket dan toko furniture seperti IKEA (Singapura), Informa, ACE hardware, Borma, dan semacamnya untuk membandingkan harga barang dan ongkos kirim. Masing-masing diberi kebebasan untuk menata ruangan yang paling penting untuk mereka. Kamar masing-masing jelas menjadi tanggung jawab masing-masing. Ruang publik seperti ruang tengah, perpustakaan, ruang sholat, dan semacamnya menjadi tanggung jawab tim beberes. Sementara ruang yang spesifik diminta oleh A, B ataupun C menjadi tanggung jawab masing-masing.

Berhubung kami semua adalah pencinta IKEA (atau tepatnya toko inilah yang paling cocok desainnya dengan selera kami), maka kami memutuskan untuk menggunakan jasa layanan mereka, yang ternyata oh ternyata tidak semahal yang kami bayangkan. Saya juga baru sadar bahwa harga di Indonesia lebih mahal daripada di Singapura, bahkan untuk beberapa barang bisa sampai dua kali lipat. Pantesan tamu2 kami dari Indonesia sering mengajak ke cabang yang di sini, lebih murah rupanya. Bagi saya yang senang bermain puzzle, merangkai furniture dan mengatur berbagai benda agar muat dalam lemari memberi kebahagiaan tersendiri. Tahapan yang berlangsung selama sekitar 3 minggu ini cukup berhasil membuat tim beberes kembali berdamai dengan hidup.

Kata kunci: beli furnitur, dekorasi rumah, beres2 pernak-pernik, hari kemenangan

Postingan besok adalah tentang hasil proyek beberes ini dan sebagian refleksi pribadi. Sementara itu, silahkan menikmati beberapa foto yang menangkap proses kerja kami.

This slideshow requires JavaScript.

 

 

 

One response »

  1. Noy, menarik banget ya ada tim Bersih Gudang. Disini ada sih yang ambil sampah besar seperti perabotan dan furnitur, tapi kalo sampe ikutan perencanaan bersih-bersih gudang gw belum pernah nemu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s