Category Archives: Projects

Bayangmu

Standard

Mungkin. Yang aku cintai adalah bayangmu. Ketika kamu satu dengan bayangan itu, bertahun-tahun lalu.

Lalu pada suatu saat, ketika kamu melangkah, bayangmu tertinggal. Kamu pergi tanpa bayangmu. Ia berdiam sendirinya di kelam malam.

Dan dialah yang aku lihat. Dan aku sayangi. Dan kepada siapa aku pupuk cintaku.

Karena itu, aku terluka. Retak. Berhamburan. Ketika ia bergeming. Layu. Hitam. Suram.

Lama aku bertanya. Apa salahku? Kenapa kau tak menoleh? Seolah buta dan bisu? Tak melihatku yang luka. Yang marah. Yang sepi?

Mungkin. Karena ia adalah bayangmu. Bukan dirimu. Dirimu sudah jauh entah dimana. Tak mampu aku ikuti. Tak mampu mengikuti aku.

Kita jauh. Tak mampu menggapai satu sama lain. Kita pecah. Di tengah diam dan air mata.

#Home/Singapore

Publikasi (2010): Surabaya’s Context of Community Involvement in Solid Waste Management

Standard

Publikasi keempat dalam hidup postgrad gw, adalah kembali ke konferens pertama terkait sampah yang pernah diikuti yaitu Japan Society of Material Cycle and Waste Management Experts. Konferens yang ke-21 kali ini bertempat di Kanazawa, Ishikawa Prefecture.

Kalo di konferens sebelumnya gw ngambil studi kasus di kota Jakarta, skarang ngambil studi kasus kota Surabaya yang pada saat itu adalah kota yang paling maju dalam hal manajemen persampahan berbasis masyarakat di Indonesia. Sayangnya karna jadwal konferens bertepatan dengan jadwal survey di mana gw udah terlanjur beli tiket pulang, gw ga bisa dateng dan presentasi. Alhasil si babeh 2 yang presentasi sementara posternya gw titip ke temen lab yang juga ikutan konferens itu. Ehm, tepatnya posternya gw kirim ke panitia konferens dan minta temen gw masang sih. Sedih siihh gak bisa ke Kanazawa, it’s one of the most memorable places I’ve ever been to in Japan. Kapan2 deh sharing2 tentang travel di sana. Tapi eniweiiii, apa boleh buat, kudu balik.

Read the rest of this entry

Publikasi (2010): Examining Replication Effort …

Standard

Postingan ketiga berisi publikasi riset. Kali ini buat konferens regional di Taiwan. Sebenernya peserta konferens ini harusnya adalah pakar2 di bidang manajemen persampahan di mana si babeh 2 adalah salah satu anggotanya. Pas doi nyuruh ikutan, gwnya agak males2an gitu. Ya, mau sih, tapi babeh yang presentasi yaa. Kata doi, ya udah masukin poster aja deh, gak usah yang oral. Ya udah, jadilah gw daftar yang poster.

Read the rest of this entry

Publikasi (2009): Community Initiatives in Environmental Management

Standard

Postingan kedua yang isinya publikasi riset. After all, apa gunanya bikin publikasi kalo gada yang tau, ya ga? *narsis :D* Mmm.. pasti ada yang tau sihhh, setidaknya orang2 yang dateng ke konferens di mana gw presentasi itu. Tapi masa terkubur di situ doang? Diyakini mereka juga langsung lupa ama presentasi gw. Gada yang nanya gitu lohh. Eh, kayanya ada deh tapi temen lab gw sendiri hihihi..

Kalo diinget2, tulisan ini adalah satu dari sekian milestones yang gw lalui di masa post-grad. Milestone apakah itu?

Read the rest of this entry

Publikasi (2009): Solid Waste Management at Neighborhood Level in Jakarta, Indonesia

Standard

Ehm, tampaknya masa paling produktif gw ngeblog adalah saat2 under pressure dehhh :D. Berhubung skarang udah mulai under pressure lagi karna ngebantuin G ngerjain tesisnya, mulai deh motivasi ngeblog meningkat tajam hahaha.

Eniwei, postingan ini adalah awal dari serangkaian postingan berisi publikasi2 minor yang pernah gw lakukan selama kuliah post-grad. Minor soalnya bentuk publikasinya adalah dalam konferens, dan bukan dalam jurnal atau buku. Ih… ternyata, semalas itu ya gw dulu publish? Sekarang juga masih punya utang dua paper jurnal sihhh ama si babeh. Tapi kan udah lulus yaa, masih ngutang gak kalo gitu?

Kembali fokus, tulisan ini adalah publikasi pertama gw sebagai mahasiswa post-grad. Waktu itu blom tau mo mengarah kemana risetnya. Jadi nulis berdasarkan apa yang udah punya deh. Aneh ya, ngumpulin data sebelum tau risetnya mo kemana. Meskipun kayanya semua mahasiswa juga begini deh, ya gak? Mungkin sebenernya udah tau kira2 mo ngeriset tentang apa, tapi detilnya gimana tuh gak ngerti. Jadi ambil dulu deh data dasar, baru nanti ngembangin dari situ. Kata bang asis waktu itu, udah pokonya tulis paper dulu aja, konferens ini kok. Lagian pengalaman. Jadi gw okein.

Read the rest of this entry

Contoh Proposal Riset Monbusho (2006)

Standard

Postingan ini adalah untuk menjawab permintaan populer *ceile* akan contoh riset proposal buat monbusho dulu. Latar belakangnya adalah postingan ini yang menarik banyak pengunjung buat nulis imel minta contoh. Berhubung gw suka lupa bales imel, kenapa gak diposting disini aja ya? Tadinya alasannya adalah karna fobia plagiarisme. Tapi oh well, gw udah lolos defense disertasi doktoral dengan tema ini, jadi gw skarang bisa meng-klaim hasil karya gw. Jadi kalo ada yang mo plagiat, bisa dituntut secara hukum dongg.. *ngancem tingkat dewa!

Sebenernya malu siiih mostingnya, ketauan betapa culunnya gw dulu hahaha. Tapi bodo ah, udah 7 taon lalu gituloh, siapa juga yang gak culun 7 taon lalu. Oh iya, perlu nulis ulang DISCLAIMER nih:

Gw memegang seluruh hak intelektual dari tulisan2 yang bersifat akademik dalam blog ini. Sebagai bagian dari kaum akademisi, gw sangat menentang plagiarisme alias contek mencontek. Kalo mau make sebagian ato seluruh bagian tulisan ini, plis kontak gw dulu lewat komen di sini. Tulisan ini belom pernah dipublikasiin meskipun pernah di-submit sebagai bagian dari persyaratan beasiswa, jadi ga bisa dipake sebagai referensi. Jangan lupa, tulisan ini dibuat tahun 2006, jadi sudah tua dan outdated (=ketinggalan jaman).

Selamat membaca dan terinspirasi. *narsis 😛

Read the rest of this entry

Puzzle (2): Puzzling and research?

Standard

Note: The post is originally put in my research blog and published on May 19, 2010. I republish (or move) it here because I decided to merge all my blogs together for personal convenience. In this blog, the post is the second part of a series of writing about puzzle, the first part is in Bahasa Indonesia. 

***

I’ve always been an avid puzzler. My first puzzle was in second grade of junior high, resulted from a two-hour-nagging to my parents. My mother was against it, but my (late) father finally gave up and bought that around-14$ puzzle, quite a lot of money for that time. I think it was about Donald and Daisy Duck, both sitting on Donald’s antique red car for a romantic date on a hill, under a tree, with city night view in front of them. It was 1,000 pieces, and as an amateur puzzler, it was overwhelming. Took me about a month to finish, but I fell in love instantly. I started to buy puzzles after graduated from university. Of course, it was after earning my own money. But most of them are still unopened. My defense is that I’m saving it for later, once I have more free time, I’ll do it. Plus, puzzling is a personal satisfaction, I can’t enjoy it when I’m rushed to finish. As a result, more and more unopened puzzles in my place, including in my current apartment. [Thank God for an understanding husband :P].

This morning, I impulsively took one small puzzle, only about 300 pieces or about one (or two) sheet(s) of A4 paper, and started puzzling again. Oh, how I love the feeling! I almost forgot how good it was. But that’s not the reason for writing this post. What I want to share is the thought I was (and is still) having about how I can actually ‘use’ my puzzling technique in doing research.

Come again?

Read the rest of this entry